Selasa, 18 Oktober 2011

Lingkaran Kehidupan



Lingkaran alam, lingkaran malam
Serdadu merobek warna biru di hulu
Air mata air rakyat menumpahi suasana haru
Hidup! Hidup! Hidup! Hiduplah kau anakku...
Dan, dari bahu sungai kudengar jeritan si buyung tentang kebebasan baru
Malu! Malu! Malu! Malulah kau tuan-tuanku...
Dan, dari singgasana biru kulihat si tuan sedang merayu babu-babu
Sampah!

Lingkaran alam, lingkaran pualam
Alang-alang bergoyang dibelai sang angin Hawaii
Pipit-pipit menyanyikan kisah keindahan di waktu tak kembali
Cinta...pada tanah pusaka mendapat medali Indonesia
Dan, kuhirup suasana euforia, bahagia, derita, sengsara dan tentang mati
Bangga...pada jelma di sumpah pemuda! Pada banjir embun di mentari pagi!
Dan, kucium harumnya kebijaksanaan dari lahad-lahad dibawah hutan Kenari

Lingkran alam, lingkaran kejam
Pepohonan terbilang, pengokohan tuan!, tak terbilang
Penderitaan tak terbendung, penjajahan tuan!, terjadi pada tulang belulang
Banjiran hujan di pedesaan, dan banjir kemewahan di perkotaan, kawan!
Dan, kudengar sodara-sodaraku dibuhuh kelaparan, kehausan, dan penderitaan yang panjaaaaaaang
Tarian lalat-lalat diatas darah nanah pada luka sang anak
Lantunan musik sang raja hanya meniupkan butiran-butiran Arsenik
Dan, kuratap kesengsaraan jiwa-jiwa tak berdosa! Kutatap ketakberdayaan peti mati para pengabdi di jendela ibu pertiwi

Lingkaran alam, lingkaran kelam
Mentari yang terbiasa mengibaskan jubah keemasannya kini mulai hilang
Rembulan yang selalu menjadi saksi cumbu cinta dua sejoli di pusat bumi kini terhalang
Burung, embun, mentari menebarkan pesonanya di kejauhan hari
Bintang, bulan, angin malam menyibakan kemewahannya di dekat jurang ketiadaan
Dan di sudut semesta, alam terjepit oleh keserakahan manusia!
Dan di pojok kemegahan Tuhan, alam terlempar ke dalam perut laut yang karam!
Alam tercekik si K yang menumpuk sampah-sampah kertas di puncak Burj Dubai
Dan, kupalingkan wajahku pada patung-patung kebijaksanaan yang berbisik: “api amarah”...
(Aku Pemuda Indonesia, Aku Marah pada Keserakahanmu)

Lingkaran alam, lingkaran dalam kehidupan
Bambu benyapu barisan lawan demi masa depan
Masa depan yang ini, bukan yang diharapkan
Tapi, pembelaan cilik-cilik pinggiran yang mereka impikan
Kelebatan hutan, kekayaan lautan, kebebasan ribuan anak bangsa diharapkan
Tolong tuan! tolonglah kawan! Tolonglah lingkungan! Tolonglah alam yang kian hancur berantakan!
Senyuman hatimu menebarkan biji-biji hijau kehidupan
Sentuhan nadimu membawa suasana sorga dibalik papan keabadian

- karya sederhana yang pernah disuarakan di Kota Tua Jakarta: Museum Bank Mandiri -